Catalyst – Part 2

CATALYST – Part 2

04 Desember 2009

ayo Spinx, sekarang saatnya belajar kinetika reaksi fisi, Profesor Zeinstein sudah menunggu di sektor X, kau senang belajar bersamanya kan?” ajak Lan, pengasuhku yang baru.

Profesir Zein sudah pulang? yey!” seruku spontan sambil langsung berlari menuju lift yang berada 40 meter dari posisi kami berdiri tanpa memperdulikan seruan Lan yang memintaku menunggunya. Laboratorium Profesor Zeinstein merupakan laboratorium paling menarik bagiku dari 4 laboratorium besar di sektor X. Profesor Zein selalu membawa benda-benda menarik setiap kembali dari tugas di luar pulau dan aku selalu tidak sabar untuk melihatnya, membongkarnya, dan menyusunnya kembali, lalu membuat benda serupa dari material yang diberikan Profesor kepadaku sebagai tantangan darinya setiap selesai sesi belajar. Itu hal yang membuatku senang belajar bersamanya selain sifatnya yang lucu. Berbeda dengan Profesor Dhafil yang selalu membuatku tenang dan nyaman, Profesor Zein selalu berhasil membuatku tertawa dalam setiap sesi pertemuan. Aku belum pernah mengalami kesulitan belajar sejauh ini, tapi belajar paling menyenangkan hanya aku dapatkan darinya. Aku pernah menanyakan pada Profesor Dhafil tentang mengapa profesor-profesor lain tidak membuat sesi belajar menyenangkan seperti yang dilakukan oleh Profesor Zein, namun Profesor Dhafil hanya tertawa mendengar pertanyaanku lalu mengatakan bahwa profesor yang lain sengaja melakukannya agar aku bisa merasakan berbagai suasana belajar.

Sama seperti kue yang enak, kalau setiap saat diberikan pasti cepat atau lambat kita akan merasa bosan, tapi tidak akan merasa bosan jika hanya dimakan sesekali kan?” jawab Profesor dengan senyumannya yang khas.

Tapi aku lebih suka jika bisa makan kue enak setiap saat” jawabku.

Lagi-lagi Profesor tertawa dan aku jadi ikut tertawa karena melihatnya tertawa. Pada akhirnya aku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskanku, tapi entah mengapa aku merasa senang.

——–oOo———

Aku kembali ke sektor S untuk beristirahat. Pada dasarnya aku sama sekali tidak merasa lelah, tapi Profesor Xi Fai mengatakan bahwa aku tetap membutuhkan istirahat agar kesehatanku selalu terjaga. Untuk itulah gelang digital ditanganku ini diberikan sebagai alarm yang mengingatkanku bahwa saat istirahat telah tiba. Dari total 8 blok ruangan di sektor S, ruanganku berada di blok ke-3. Di pintu ruangan tertulis plat nama ku “SPINX PROJECT”. Di dalam ruangan terdapat kapsul-kapsul peristirahatan yang sangat nyaman dengan suplai oksigen yang seimbang.

selamat malam Spinx01, selamat malam Spinx02. selamat malam Spinx03, selamat malam Spinx05, selamat malam Spinx06, selamat malam Spinx07” sapaku kepada teman-teman yang masih tertidur dalam kapsul. Entah mengapa mereka tidak pernah bangun dari tidur, padahal aku ingin mengajak mereka berlari-lari menyusuri Laboratorium seperti dalam video yang pernah ditunjukkan 1 kali oleh Profesor Dhafil tentang dunia luar 2 tahun 4 bulan yang lalu. Aku tidak mengerti, tapi aku ingin mencobanya sesekali. Aku pernah menanyakan pada beberapa pengasuhku sebelumnya tentang mengapa mereka tidak pernah bangun, namun mereka semua pergi sebelum menjawab pertanyaanku dan keesokan harinya pengasuh yang baru muncul sebagai pengganti sehingga aku berhenti bertanya.

Lan membantu menutup kapsul tempat tidurku dan menekan beberapa tombol aktivasi yang membuatku merasa sangat nyaman sebelum ia beranjak pergi dari ruangan. Namun aku selalu bisa mendengar kalimat terakhir Lan sebelum aku benar-benar tertidur pulas.

selamat tidur Spinx04

——–oOo———

[Continue to Catalyst – Part 3…]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s