Catalyst – Part 3

CATALYST – Part 3

6 April 2020

Perdebatan sengit terjadi di antara para ilmuwan pasca Perang Nuklir 5 hari yang lalu. Hampir tidak ada peneliti yang di laboratorium ini yang dapat berpikir jernih ketika departemen logistik mengatakan bahwa cadangan makanan yang tersisa untuk menghidupi seluruh penghuni laboratorium saat ini akan habis dalam 1 tahun dengan konsumsi normal.

Aku mengerti bahwa kita semua terpuruk dalam keputusasaan menanti kematian yang tak terelakkan karena cadangan makanan yang akan terus menyusut. Bumi yang selama ini menjadi penyedia sumber kehidupan kita pun sudah tidak bisa lagi melakukan fungsinya. Kalian bebas mengutuk para pemimpin dunia yang merampas semua yang kita miliki berikut keluarga kita tercinta.Namun sebagai ilmuwan, tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan atas tragedi yang telah terlanjur terjadi selain menemukan solusi untuk kelangsungan hidup kita bersama. Karena itu, jika ada di antara kalian yang memiliki ide untuk menyelamatkan kita dari krisis ini, tolong disampaikan sekarang ataupun nanti. Aku akan terus menunggu solusi cerdas dari kalian hingga akhir waktu karena aku telah memilih untuk tidak berputus asa. Terima kasih

Pidato singkat dari Profesor Xi Fai memberikan kepercayaan diri dan harapan baru bagi kami. Aku yang selalu menyembunyikan antipati terhadap segala aktifitas di laboratorium ini sejak Profesor Dhafil diberhentikan di akhir tahun 2009 karena dianggap tidak kompeten dan hanya menghabiskan anggaran negara dengan penelitiannya, tiba-tiba seperti tersadar dari tidur panjang. “Ya, meski Profesor Dhafil tidak lagi berada diantara kami, bukan berarti semua tentangnya ikut menghilang begitu saja kan?

Aku langsung bangkit menuju laboratoriumku yang terletak di sektor Y, satu-satunya sektor yang hanya dikendalikan oleh 1 orang profesor, aku. Semua rancangan yang kubuat dengan rahasia dulu kukeluarkan dan mengkajinya satu per satu dengan teliti. 3 hari kemudian aku pun menghadap Profesor Xi Fai di ruangannya di sektor A untuk mengusulkan gagasanku. Aku dapat melihat Profesor Xi Fai yang tercengang-cengang melihat blue print rancanganku.

Jika kau bisa melakukan ini sejak dulu, mengapa tidak kau sampaikan pada kami?” tanya Profesor Xi Fai padaku tanpa bisa melepas pandangannya dari blue print yang dibentang di hadapannya, “padahal dengan ini kau bisa menyelamatkan Profesor Dhafil dari pemecatan saat itu

Profesor Dhafil memintaku merahasiakannya” jawabku.

Profesor Xi Fai sempat terkejut dengan jawaban yang kuberikan dan menatapku. “haha, ternyata Profesor Dhafil sendiri yang memintamu merahasiakannya….yah…tentu saja dia ingin kau merahasiakannya saat itu. Memang benar-benar….

ya, bagiku pun Profesor Dhafil seperti orang tua sendiri” jawabku tanpa menunggu Profesor Xi Fai menyelesaikan kata-katanya.

Profesor Xi Fai tersenyum mendengar jawabanku. “kalau aku mati lebih cepat darimu dan bisa bertemu dengan Profesor Dhafil, aku pasti akan menceritakan padanya kata-katamu hari ini” lanjutnya.

ya, terima kasih

Kami sama-sama tertawa ringan dengan guyonan kematian yang sebenarnya tidak lucu tersebut sebelum melanjutkan diskusi. Keesokan harinya Profesor Xi Fai mengadakan pertemuan tingkat profesor untuk mengsosialisasikan usulanku padanya. Tidak sedikit profesor yang hadir menolak ide tersebut dengan berbagai alasan. Namun untunglah lebih banyak yang setuju untuk merealisasikannya dan bahkan bersedia bekerja sama sehingga di akhir diskusi diputuskan bahwa proyek ini harus dijalankan.

——–oOo———

10 Januari 2021

Aku dan Siera memimpin proyek di bidang mikrobiologi ini dengan mengembangkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Profesor Dhafil mengenai sistem penguraian enzimatik. Di pertengahan bulan ke-3 penelitian (19 Juli 2020) kami berhasil menemukan konsep sistem tertutup untuk menjaga rangkaian proses enzimatik yang terintegrasi dalam 1 siklus sempurna, dan 6 bulan berikutnya kami habiskan untuk membuat sistem transfer dan utilisasi energi proses sehingga keseluruhan sistem tersebut bisa dimuat ke dalam area yang lebih kecil dan portable. Kami menamakan penemuan ini sebagai Micro Life Continuity Cyclic, atau yang kemudian lebih dikenal dengan MLCC, alat yang menghasilkan nutrisi dasar berbetuk agar dengan konsentrasi gizi dan energi tinggi dari material organik apapun yang dimaskukkan ke dalamnya, sehingga cadangan makanan yang tadinya diperkirakan hanya bisa bertahan selama 1 tahun sekarang bertambah menjadi 30 tahun.

Semua makhluk hidup terhubung dalam satu sistem yang saling terkait, saling memberi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan manusia adalah makhluk yang dipilih untuk menjaga harmoni tersebut

Aku masih ingat dengan jelas saat Profesor Dhafil mengucapkan kalimat tersebut dalam setiap seminarnya. Sayang ia tidak bisa lagi menyaksikan hadiah kami untuknya sebagai bukti nyata kata-katanya.

——–oOo———

[Continue to Catalyst – Part 4…]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s