Catalyst – Part 4

CATALYST – Part 4

15 Januari 2021

hei…hei…kau bisa mendengarkanku? hei…

Aku terbangun dari tidur karena fungsi alarm di tanganku, namun suara panggilan sesaat sebelum aku terbangun tadi masih terekam dengan jelas di ingatanku. Sama seperti saat-saat terjaganya Siera untuk pertama kalinya dari tidur, akhirnya aku mendengar kembali panggilan itu setelah sekian tahun. Pagi itu aku langsung bergegas menuju ruang SPINX PROJECT dan mendapati Siera sudah berada di sana.

kau juga mendengarnya?” tanya Siera padaku sebelum aku sempat menanyakan hal yang sama kepadanya.

ya, siapa kali ini?

aku juga belum tahu. Mungkin kita harus sekali lagi menjalankan caramu menemukanku dulu untuk mengetahuinya” jawab Siera sambil tersenyum

Dulu aku membangunkan Siera dengan memanggil namanya di hari gelang alarm kurusak dengan sengaja agar bisa tidur lebih lama. Siera muncul dalam mimpiku dan hanya menyebutkan kata “siera” beberapa kali sebelum menghilang dan aku terjaga dari tidur. Aku terdiam melihat wajah tidurnya yang benar-benar mirip dengan wajah yang muncul di dalam mimpiku, wajah yang juga sedikit mirip denganku. Aku hanya bergumam kecil ketika menyebutkan kata [I]”siera”[/I] sambil menyentuh kapsul tidurnya dan ia pun terbangun untuk pertama kalinya.

Siera….

ya?

kau…kau tidak menyesal karena aku membangunkanmu dulu?

Siera tiba-tiba tertawa mendengar pertanyaanku,”kau baru bertanya sekarang? sudah berapa tahun itu? hahahaha

maaf…

tidak…aku berterima kasih kau mendengar panggilanku. Kau mungkin tidak menyadarinya, tapi aku telah mencoba memanggilmu selama bertahun-tahun tidurku” jawab Siera sambil menatap lurus padaku dengan wajah serius.

Pada akhirnya kami sepakat untuk menemukan “teman baru” yang mencoba memanggil kami. Sama seperti aku dan Siera, kami yakin ia pun memiliki kelebihan yang sama, dan jika itu benar, mungkin kami bisa melakukan lompatan yang lebih jauh untuk mengatasi krisis ini.

——–oOo———

22 April 2046

Aku merasa bahwa semua perjalanan hidup kami adalah bagian dari takdir. Semua clone dalam Spinx Project yang dulunya dipimpin oleh Profesor Dhafil akhirnya menjadi kunci restorasi peradaban bumi yang telah mati. Rekombinan DNA yang diambil dari sel nya sendiri melahirkan kami semua, manusia-manusia hibrida yang memiliki kecerdasan intelektual di atas 270. Spinx01 dengan nama Carol terbangun untuk pertama kalinya pada tahun 2021 bersamaan dengan Texa (Spinx03) yang kemudian menekuni Kimia Nuklir dan Fisika Quantum. Amelia (Spinx02) terbangun pada bulan Agustus 2022 dan mengambil peran untuk mendalami Geologi dan Geofisika. 2 bulan berikutnya Luna (Spinx05) dan Yva (Spinx06) ikut terbangun dari tidur panjang mereka dan difokuskan untuk mendalami Teknik Mesin dan Elektronika. Siera (Spinx07) bangun pada tahun 2012 dan ia ikut bersamaku mendalami Bioteknologi. Aku sendiri baru mengetahui nama asliku setelah membaca catatan peninggalan Profesor Dhafil yang diberikan oleh Profesor Xi Fai di akhir hayatnya pada tahun 2029 kepadaku. Menurut catatan tersebut aku terbangun pertama kalinya pada tahun 2000 setelah Profesor Dhafil memanggilku dengan nama yang terngiang berulang-ulang di kepalanya saat berada di dekat kapsul tidurku…Azzam.

Setelah menghabiskan 3 tahun uji coba di sektor Z, akhirnya prototype integrasi hasil penelitian kami mencapai hasil yang diharapkan. Tahapan yang tersisa tinggal perakitan ukuran original yang direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 1 Mei 2046.

———oOo———

26 Mei 2046

Seluruh tahapan proses dalam “Earth Project” berjalan lancar dengan efektifitas lebih tinggi dari yang diperhitungkan. Rangkaian bom berdiameter 2 m yang terdiri dari beberapa lapisan dilepaskan ke 8 arah mata angin untuk menghasilkan radius ledakan kumulatif 120 km. Carol dan Texa menamakan proyek tersebut sebagai “Total Neutralizer Bomb” dengan kode proyek TNB-520. Ledakan periode I dari bom tersebut didesain untuk mampu menetralisis atom-atom dan molekul sisa radioaktif menjadi isotop-isotop dengan massa atom yang jauh lebih rendah dan stabil. Namun untuk mencapai kondisi tersebut ledakan-ledakan besar dan beruntun akan terus terjadi selama beberapa jam yang lamanya tergantung penyebaran sisa radioaktif yang ada di area efektif. Ledakan tersebut juga ikut menaikkan temperatur tanah menjadi diatas 375 oC sehingga dengan temperature atmosferik saat ini butuh 5-6 hari untuk mengembalikan temperaturnya di bawah 43 oC. Sistem SAC (Shell Activation Controll) yang dikembangkan oleh Luna dan Yva secara otomatis mendeteksi temperatur dan tingkat radiasi lingkungan sebelum sebelum mengaktivasi ledakan periode II, “Mother Plant”. Dari pada ledakan, mungkin tahap ini lebih tepat di sebut tembakan karena pada periode ini spora lumut yang aku dan Siera kembangkan untuk mampu hidup di tlingkungan dengan radiasi ringan dan temperature ekstrim ditembakkan ke segala penjuru dengan diameter efektif 10 km serta interval 50 meter. Arah pergerakan angin yang tidak beraturan membawa spora-spora lumut yang telah tumbuh bergerak lebih lebih luas sehingga dalam 2,5 minggu 84% area efektif (120 km) telah tertutupi oleh lumut. Mungkin tidak ada seorangpun manusia yang hidup pada tahun 2013 yang perduli sekalipun hutan ditebang atau di bakar habis. Namun bagi kami saat ini, tumbuhnya lumut ini merupakan simbol kebahagiaan terbesar dan juga harapan, bahwa manusia bisa, untuk sekali lagi, hidup di bawah mentari.

——–oOo———

[END]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s